News Update:

Buku Harian

Tutorial

Opini

News

Kapan Cuti?

Selasa, 11 November 2014

Sebagian besar orang yang bekerja diluar kota, diluar pulau atau di luar negeri, saat yang paling dinantikan adalah saat cuti. Ya, karena mereka bisa bertemu kembali dengan sanak sauadaranya. Itu juga yang sampai saat ini saya nantikan. Keluarga ada di Jawa, sementara saya ada di pulau Borneo. 

Ngomong-ngomong soal cuti, selama hampir 8 bulan di Borneo, saya cuti terakhir kali ketika lebaran Idul Fitri. Jadi kalau dihitung sejak cuti terakhir, berarti disini sudah 3 bulan. Rasanya pengen segera pulang, apalagi sudah ada yang menantikan.  

Dulu ketika saya bekerja di tambang batu bara, karyawan yang sudah bekerja selama 2 bulan atau 60 hari, wajib hukumnya untuk cuti selama 2 minggu, karena di pertambangan peraturannya sangat ketat. Ada faktor fatik atau kelelahan saat bekerja, sehingga wajib ambil cuti. Kalau sekarang di proyek konstruksi, kerjanya lebih banyak santainya jadi cutinya menyesuaikan kondisi proyek, yah disyukuri saja.  

Jadi intinya kapan saya dapat jatah cuti? Ya harus menunggu teman saya yang cuti duluan balik ke proyek, entah setelah itu langsung dapat cuti atau belum, karena masih ada beberapa urusan yang harus segera diselesaikan. Ya semoga saja secepatnya bisa segera cuti bulan ini. Perkiraan saya kemarin diatas tanggal 10 Nopember sudah ada kejelasan tanggalnya tapi sampai sekarang belum ada informasi yang jelas, kasihan pada yang disana yang sedang menunggu kedatanganku pulang.


Di tempat itulah saya menjemut rejeki, proyek jembatan yang melintang diatas sungai Mahakam di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Rencananya proyek tersebut akan selesai dan bisa digunakan akhir tahun 2015.

Oke, untuk sementara cukup sekian update blognya dan terima kasih juga kepada Anda semua yang sudah berkenan mampir di blog sederhana ini untuk menyempatkan diri membaca coretan saya, lain kali jangan segan2 untuk berkunjung lagi.

Maaf kalau tulisannya jelek banget, sudah hampir 5 bulan tidak corat coret blog jadi sangat susah sekali untuk merangkai kata demi kata menjadi sebuah paragraf yang indah untuk dibaca, wkwkwkwkw.

Titip Rindu dari Balikpapan

Sabtu, 21 Juni 2014

Suara adzan subuh telah berkumandang, alarm di hp juga sudah berbunyi, namun mau beranjak dari tempat tidur masih terasa berat. Kebiasaan di malam hari kalau tidur pasti rata-rata di atas jam sebelas malam. Maklum, di perantauan kalau malam hari yang sepi bawaannya galau terus, rindu dengan tanah tumpah darahku dimana aku dilahirkan, yaitu di kampung halaman walaupun baru tiga bulan yang lalu aku tinggalkan. Dengan kondisi mata yang masih ngantuk, aku berusaha untuk bangun mengambil air wudlu. Dan byar, seketika itu mata menjadi terang ketika air wudlu telah membasahi seluruh wajah.

Selesai sholat subuh aku nyalakan televisi, melihat berita tanah air tentang pemilu presiden yang sebentar lagi akan diselenggarakan. Ketika itu jam baru menunjukkan pukul setengah enam pagi. Kalau di Balikpapan jam segini kondisi normal langit masih gelap, apalagi pagi itu ditambah hujan cukup deras, jadi semakin menambah hawa sejuk. Suara rintik hujan ikut meramaikan pagi itu yang menetes di dedauan samping rumah. Berhubung nonton tvnya sambil tiduran, akhirnya mata pun ikut kembali terpejam.

Tak terasa langit sudah mulai terang, rintik hujan sudah mulai reda, layar tv masih menyala dengan tayangan berita, jam sudah menunjukkan setengah tujuh. Sambil menunggu teman yang lagi mandi, kembali aku pencet-pencet tombol remot untuk melihat informasi lainnya.

Di tengah rintik hujan pagi itu, aku terobos dengan membonceng pak tua yang sekamar denganku menggunakan motor bututnya menuju kantor. Sekitar lima menit sudah sampai. Kalau jalan kaki biasanya sekitar sepuluh menit. Cukup dekat lokasi mess dengan kantor.

Hari ini sudah nggak ada yang dikerjakan. Cukup bosan kalau seharian nggak ada pekerjaan di kantor cuma nongkrong begitu saja. Seharian isinya cuma online, buka facebook, dan baca-baca berita di media online. Ditengah-tengah situasi yang nggak menentu inilah, aku kembali mencoba mengasah kemampuan untuk menulis. Cukup susah apabila sudah lama tidak menulis. Apalagi kalau tidak ada ide sama sekali, jangankan satu paragraf, satu kalimat saja tidak bisa. Entah pagi ini ada apa, tiba-tiba lancar begitu saja untuk menuangkan segala unek-unek ke dalam microsoft word.

Inilah aku, yang kembali merantau untuk kedua kalinya ke tanah Borneo, tepatnya di Kota Balikpapan. Sebelumnya pada tahun 2011 sampai awal tahun 2012 yang lalu juga bekerja di pulau Kalimantan ini, tepatnya di Bontang, Kalimantan Timur. Berhubung waktu itu ingin melanjutkan kuliah S1, akhirnya aku putuskan untuk resign dari tempat kerja. Selesai kuliah S1 sebenarnya ingin bekerja di pulau Jawa saja, namun harus bagaimana lagi, mungkin rejekiku ada di pulau ini, akhirnya aku berusaha dengan ikhlas untuk menjemputnya.

Jauh dari keluarga, jauh dari teman kadang aku merasa jenuh juga. Padahal kalau di rumah aku terkenal anak yang pendiam, mungkin faktor keturunan dari bapakku. Tapi kalau sudah bertemu dengan teman lain desa bisa akrab sekali, ngobrol ngalor ngidul sampai lama pun tidak terasa. Begitu juga ketika berada di dunia maya, lebih sering ikut komentar di berbagai group facebook ataupun di status orang lain. Ditengah-tengah suasana seperti ini hanya facebook dan twitter yang menjadi hiburan. Tapi beberapa hari ini ada yang sepi karena salah satu teman di facebook menghilang entah kemana, akun facebooknya dinonaktifkan, semoga saja tidak terjadi apa-apa.

Inilah secuil rindu yang bisa aku tuliskan dari tanah rantau. Semoga suatu saat nanti keinginanku untuk menetap di Jawa bisa terwujud. Kalau diberi pilihan, inginnya di Tembalang, Semarang saja. Disana sangat ramai, apalagi wilayah kampus. Kalau tidak salah ada lima perguruan tinggi yang berada di wilayah Tembalang dan Banyumanik. Suhu udaranya juga tidak terlalu panas maupun dingin. Kalau aku kaya raya, ingin beli tanah atau rumah untuk dibuat kos-kosan, dijamin usaha ini nggak ada matinya dan bisa turun temurun. Nggak usah kerja setiap bulan pasti ada pemasukan.  

Aku teringat salah satu pesan kakak kelasku waktu kuliah di Polines yang menjadi motivator, "jika kamu mempunyai cita-cita, tulislah yang besar-besar agar kamu teringat selalu dan berusaha untuk mewujudkannya".

Balikpapan, 20-21 Juni 2014

Musik Instrumental dan Kenangannya

Jumat, 09 Mei 2014

Kali ini saya akan posting tentang musik-musik instrumental yang sampai saat ini masih saya sukai. Beberapa musik dibawah ini ketika diputar di malam hari, maka akan mengingatkan saya dengan peristiwa-peristiwa yang sudah lama terjadi sehingga seolah-olah membawa saya ke masa itu lagi. Mau tahu musik apa aja itu? Sebelum melanjutkan membaca postingan ini, silahkan cari dulu cemilan supaya bisa menggoyang lidah kamu karena postingan ini rasanya begitu hambar sekali sehingga harus diimbangi dengan cemilan.
  1. Another Day In Paradise
    Ketika mendengarkan musik ini, maka kenangan saya akan menuju sekitar 13 tahun yang lalu dimana saat itu saya masih ABG. Musik ini selalu diputar di acara Planet Remaja ANTV yang tayang setiap malam Minggu ketika sedang menayangkan ramalan bintang alias zodiak. Waktu jamannya cinta monyet kemudian nonton acara ini, ketika ramalannya cocok, waduuuuh senangnya minta ampun.

  2.  

  3. Implora
    Kalau mendengarkan musik ini di malam hari, saya seolah-olah kembali ke masa sekolah dulu di SMK sekitar 10 tahunan yang lalu. Musik ini menjadi backsound sebuah acara remaja di radio Citra Bahari FM Rembang setiap Minggu malam jam 19:00 WIB. Saya senang banget dengan acara ini, soalnya acaranya seputar curhat kisah asmara gitu. Kebanyakan yang curhat kisahnya sedih melulu. Acara ini biasanya saya dengarkan sambil belajar di kamar. Remaja jaman dulu kalau galau curhatnya di radio, nggak seperti sekarang diumbar dimana-mana.



  4. I'm Waiting for You
    I’m Waiting for You dari Dave Coz ini menjadi backsound sebuah acara “Rest & Relax” di radio GPN FM Blora setiap hari jam 12 siang. Acaranya seputar kirim-kirim salam dengan lagu-lagu yang slow untuk menemani pendengar beristirahat dan bersantai setelah menjalani aktifitas kerja. Saya jarang mendengarkan acaranya. Tapi kalau lagi mendengarkan acara ini biasanya sambil tiduran di kamar hingga tak terasa akhirnya tidur beneran. Sampai sekarang acaranya masih ada.


Dan untuk sementara postingannya cukup sampai disini. Nggak ada manfaatnya sih, cuma sekedar corat coret blog saja biar kelihatan aktif, eman-eman sudah beli domain blognya nggak pernah di update.

Cara Mendapatkan Buku Gratis dari Kick Andy Metro TV

Minggu, 06 April 2014

Apakah Anda suka dengan acara Kick Andy yang disiarkan setiap Jumat dan Minggu di Metro TV? Jika Anda menyukainya, tentu Anda tahu bahwa di acara ini selalu membagikan buku gratis kepada penonton yang ada di studio di setiap akhir acaranya. Anda yang di rumah pasti juga ingin mendapatkan buku tersebut kan? Nach, berhubung saya sudah sering mendapatkan buku gratis dari Kick Andy (sudah 7x dapat buku gratis), kali ini saya akan membagikan trik & tips mendapatkan buku gratisnya. Mau? Baca postingan ini sampai selesai ya. Jangan lupa siapkan cemilan agar Anda tidak bosan membacanya.

Cara mendapatkan hadiah buku gratis dari acara Kick Andy ada dua versi, yaitu melalui undian yang ada di websitenya dan melalui kuis yang diselenggarakan lewat twitter. Kamu ingin yang mana, lewat undian di website apa lewat kuis twitter? Kalau saya lewat dua-duanya. Setiap minggu saya selalu log in ke website Kick Andy dan mendaftar kuisnya. Jika speed internet tidak lemot, saya juga selalu mengikuti kuis lewat twitternya.

Cara mengikuti kuis buku gratis melalui twitter:
  1. Kamu harus punya akun twitter, kalau belum punya ya daftar dulu terus log in.
  2. Follow twitternya @KickAndyShow.
  3. Baca topik yang akan ditayangkan pada hari tersebut di websitenya Kick Andy.
  4. Buka email kamu, isi seperti contoh di bawah ini. Hal ini dilakukan terlebih dahulu supaya kamu tidak terlambat menjawab jika pertanyaannya sudah muncul.
  5. 5 sampai 10 menit menjelang acara berakhir, kamu harus standby di timelinenya twitter Kick Andy untuk membaca twit terbarunya.
  6. Jika pertanyaan sudah muncul, langsung saja jawab salah satu pertanyaan lewat email, kemudian kirim dech.
  7. Selesai 
Syarat utama kamu mengikuti kuis ini adalah speed internet kamu harus kencang, jika lemot ya tetap bisa mengikuti kuisnya tapi tidak ada jaminan kamu akan mendapatkan hadiahnya. Kalau belum berhasil ya tetap ikut terus, jangan menyerah.

Cara kedua mendapatkan buku gratis melalui undian di website Kick Andy:
  1. Kamu harus log in ke websitenya Kick Andy, kalau belum punya akun ya daftar dulu, isi formnya sampai selesai.
  2. Pilih menu “UNDIAN BUKU GRATIS”
  3. Disitu akan muncul form isian data peserta, kalau kamu sudah menjadi member website Kick Andy, otomatis sudah muncul data kamu.
  4. Baca basmallah terlebih dahulu kemudian klik "SUBMIT", dan selesai.
Undian melalui website ini tidak ada jaminan kamu akan menang, kan yang mengikuti acara ini banyak sekali. Setiap episode hanya diambil 50 orang pemenang. Setelah mendaftar ya berdoa saja semoga kamu menang. Kalau saya sudah 4x mendapatkan bukunya, sisanya lewat kuis twitter. Kamu bisa baca DISINI buku apa saja yang sudah pernah saya dapatkan.

Demikian postingan saya kali ini, soalnya banyak juga yang bertanya kepada saya gimana sih caranya mendapatkan buku gratisnya, semoga saja ada manfaatnya.

Siapa Calonmu Pada Pemilu Legistalif 9 April 2014 Mendatang?

Minggu, 16 Maret 2014

Kampanye perdana partai politik sudah dimulai hari ini, 16 Maret 2014. Semua partai sudah menebarkan janji manisnya kepada masyarakat. Ada yang sekolah gratis, kesehatan gratis, tunjangan ratusan juta per tahun per desa jika partainya menang dan ribuan janji manis lainnya. Itu semua dilakukan untuk menggaet suara masyarakat supaya memilih partainya. Namun apakah Anda percaya begitu saja dengan janji manis yang mereka ucapkan? Semua merk kecap kalau jualan pasti bilang kecapnya lah yang nomor satu.

Sekedar kilas balik mengingat beberapa peristiwa penting ke belakang. Saya sudah dua kali mengikuti pemilu legislatif. Menjadi pemilih pemula pada tahun 2004, tepatnya saat itu saya masih duduk di kelas 2 SMK. Dari SMP saya sudah menyukai berita-berita di TV. Menjelang pemilu pun saya sering melihat berita di TV, partai apa yang sekiranya layak untuk saya coblos pada pemilu. Namanya juga pemilih pemula, melihat salah satu tokoh politik yang kelihatannya baik saya anggap juga partainya baik. Saya nggak ingat siapa caleg yang saya coblos waktu itu, hanya bermodal melihat pimpinan partainya yang kelihatan sok alim, saya pun coblos partai itu. Ternyata beberapa tahun kemudian partai yang saya coblos terbongkar kebusukannya. Banyak koruptor bernaung di partai tersebut. Astaghfirullah, saya salah memilih partai.

Dengan rasa semangat menjadi warga negara yang baik, saya pun ikut memilih pada pemilu legislatif yang kedua kalinya pada tahun 2009. Namun kali ini ada yang berbeda. Ada dua partai berbeda yang saya pilih. Untuk caleg DPRD Propinsi yang saya pilih adalah teman saya sendiri. Saya tidak melihat dari partai mana tempat dia bernaung tapi dengan melihat rekam jejaknya selama kuliah dan karena sudah kenal lama, saya yakin dia akan bisa memperjuangkan nasib rakyat. Namun sayangnya dia kalah. 

Untuk tingkat DPRD Kabupaten dan DPR RI dari satu partai yang sama, tapi modelnya masih sama seperti ikut pemilu yang pertama kali. Saya tidak tahu siapa yang akan saya pilih, hanya bermodal melihat saja tapi tidak mengenal dengan baik rekam jejaknya siapa saja tokoh dibalik partai tersebut, saya pun hanya memilih sia-sia. Akhirnya dampak negatif yang saya rasakan. Selama lima tahun tidak ada perubahan ke perbaikan yang sangat berarti, terutama di bidang infrastruktur jalan raya, hanya dilakukan tambal sulam sekenanya saja.

Dan inilah saatnya saya akan menentukan jalan hidup saya sendiri. Melihat rekam jejak partai-partai yang akan ikut bertarung di pemilu 2014 ini yang mayoritas pernah tersandung korupsi semua, saya akan memilih golput. Semua janji yang mereka tebarkan hanya omong kosong belaka. Sekarang kita lihat saja caleg DPR/DPRD, berapa biaya yang mereka keluarkan untuk kampanye dibandingkan dengan besaran gaji yang mereka terima per bulannya selama lima tahun menjabat? Secara hitung-hitungan kasarnya gaji mereka selama lima tahun masih belum bisa untuk menutup biaya kampanye. Ditambah lagi setoran ke partai pengusungnya sekian persen dari gajinya. Sekarang apa ada orang yang benar-benar rela tulus ikhlas mengeluarkan ratusan juta bahkan milyaran untuk biaya kampanye namun nggak ada untungnya? Lagipula saya juga tidak kenal siapa saja mereka yang akan bertarung, apakah saya harus mengulangi kesalahan yang sama untuk ketiga kalinya?

Potensi golput pada pemilu legislatif kali ini menurut saya masih cukup besar, namun pada pilpres mendatang kemungkinan golput bisa ditekan karena beberapa kandidat yang akan maju pilpres ada wajah-wajah baru. Ini hanya opini saya pribadi, saya tidak mengajak Anda untuk golput. Karena memilih itu adalah hak, maka saya memilih untuk tidak menggunakan hak saya pada pemilu legislatif kali ini. Lain lagi jika pilpres mendatang. Sekian curhat saya, semoga Anda tidak bosan berkunjung ke gubug maya ini.

Daftar Link Sahabat

Artikel

Berita Unik

 
DMCA.com Free Page Rank Tool
Kholilnews.com | Copyright © 2007 - 2014 All Rights Reserved | Best view by Mozilla Firefox