RSS

News Update:
Selamat datang di Kholilnews.com, semoga informasi yang ada disini dapat bermanfaat untuk Anda semua. Jika Anda mempunyai pertanyaan, kritik maupun saran untuk blog ini, silakan sampaikan melalui akun media sosial yang sudah tertera, terima kasih.

Pintar Tapi Bodoh

Kamis, 24 Juli 2008

Jaman sekarang memang sudah berubah, sangat jauh berbeda dengan dua puluh tahun yang lalu. Ini terlihat dari banyaknya orang pandai yang sudah tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Diantaranya mendapat gelar sarjana, magister, doktor ataupun profesor. Selain itu masih terdapat ribuan mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di berbagai kampus negeri maupun swasta yang ada di Indonesia.

Namun, semua itu tidaklah mencerminkan jati diri manusia yang pandai dalam ilmu akademik. Orang yang pandai paling tidak sudah bisa membaca dan menulis. Tapi, apakah mereka sudah bisa membaca dengan benar? Coba saja lihat di sekitar Anda, masih banyak orang yang merokok. Padahal, dalam bungkus rokok sudah tertulis dengan jelas “Peringatan pemerintah, merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin”.

Memang inilah yang sedang terjadi saat ini, banyak orang pandai tapi bodoh. Coba lihat saja DKI Jakarta sebagai ibukota negara kita tercinta. Saat Sutiyoso menjabat sebagai gubernur, pernah menggodok undang-undang tentang larangan merokok di tempat umum, hingga terciptalah perda larangan merokok di tempat umum. Namun, apakah undang-undang tersebut sudah efektif di terapkan? Jawabannya tidak. Undang-undang baru hanya berlaku saat baru disahkan saja, setelah lewat beberapa bulan sudah kadaluwarsa alias mati suri. Masih saja orang-orang yang pandai tapi bodoh tersebut dengan bebas merokok di tempat umum.

Selain dari pihak pemerintah yang hanya berusaha membuat aturan tapi tidak menerapkannya, di pihak lain sebagai konsumen juga tidak mau tahu dengan aturan pemerintah. Mereka yang gemar merokok tidak mau tahu dengan bahaya yang ditimbulkan oleh rokok itu sendiri. Dengan senangnya mereka membanggakan diri merokok di tempat umum. Yang tidak merokok dikatakan tidak gaul. Bahkan, sebagai mahasiswa yang dikatakan sebagai intelek muda pun juga melakukan hal yang sama. Apakah memang seperti ini pola kehidupan masyarakat Indonesia sekarang ini?

Sekarang pilih mana, siapa yang pandai dan siapa yang bodoh? Apakah pemerintah yang sanggup membuat undang-undang dengan ratusan pasal dan sanksi tersebut dikatakan sebagai orang yang pintar? Dan apakah seorang konsumen rokok yang tidak mau tahu tulisan yang tertera di bungkus rokok dan tidak mau tahu bahaya yang ditimbulkan rokok dikatakan sebagai orang yang bodoh? Jawabannya sama-sama bodoh, tidak ada yang pintar. Kenapa? Pemerintah hanya berusaha menjalankan program kerjanya tanpa realitas yang jelas hingga menghambur-hamburkan uang rakyat untuk kepentingan sidang, sedangkan sang konsumen rokok hanya mementingkan kepentingannya sendiri tidak memperhatikan bahaya rokok terhadap diri sendiri dan orang disekitarnya.
Untuk merubah semuanya itu memang sangat sulit sekali, harus dimulai dari hati nurani kita sendiri. Segala perubahan akan terjadi jika kita mau berusaha untuk berubah. Kemudian perubahan tersebut kita terapkan pada keluarga kita, lingkungan sekitar dan selanjutnya masyarakat luas. Insyaallah, Indonesia akan terbebas dari asap rokok. Tapi kapan Indonesia itu akan menjadi negara seperti yang kita harapkan itu? Hanya Allah yang tahu.

Kholilnews.com "Menjelajah Dunia Membuka Cakrawala" | RSS

Artikel Pintar Tapi Bodoh ini diterbitkan oleh Kholilnews.com pada hari Kamis, 24 Juli 2008. Jika Anda merasa postingan ini bermanfaat, silakan bagikan dengan menggunakan beberapa plugin yang ada dibawah. Apabila Anda ingin berlangganan artikel gratis dari Kholilnews.com, setelah input email harap segera mengecek inbox/spam email Anda untuk konfirmasi. Terima kasih atas kunjungan Anda.

Daftarkan email Anda untuk berlangganan artikel gratis dari Kholilnews.com

DMCA.com



0 komentar :

Posting Komentar

 

Kholilnews.com ● Copyright © 2007 - All Rights Reserved