RSS

News Update:
Selamat datang di Kholilnews.com, semoga informasi yang ada disini dapat bermanfaat untuk Anda semua. Jika Anda mempunyai pertanyaan, kritik maupun saran untuk blog ini, silakan sampaikan melalui akun media sosial yang sudah tertera, terima kasih.

Inilah Uang Baru RI

Selasa, 20 Juli 2010

BANDUNG. Biaya produksi uang logam pecahan Rp 1.000 diakui oleh Bank Indonesia memang cukup besar. Ini karena bahan logam memang lebih mahal dari kertas. Selain itu, biaya riset serta pengurusan hak cipta juga memakan biaya cukup mahal.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Rochadi bilang, ongkos terbesar dari proyek uang baru adalah untuk pengurusan hak cipta, penelitian sejarah terkait ornamen budaya seperti angklung dan gedung sate yang ditampilkan di uang baru tersebut. "Desain baru jelas ada biayanya, persisnya belum kami hitung tapi tidak terlalu besar. Yang besar adalah biaya hak cipta dan penelitian sejarah," katanya dalam konferensi pers usai peluncuran uang baru di Kantor Gubernur BI Bandung, Selasa (20/7).

Biaya produksi uang dari logam lebih mahal namun bagi BI itu sepadan dengan nilai efisiensinya. "Perbandingannya 1:15, jadi kalau uang kertas bertahan satu tahun sedangkan logam bisa tahan 15 tahun," imbuh Budi.


Kholilnews.com "Menjelajah Dunia Membuka Cakrawala" | RSS

Artikel Inilah Uang Baru RI ini diterbitkan oleh Kholilnews.com pada hari Selasa, 20 Juli 2010. Jika Anda merasa postingan ini bermanfaat, silakan bagikan dengan menggunakan beberapa plugin yang ada dibawah. Apabila Anda ingin berlangganan artikel gratis dari Kholilnews.com, setelah input email harap segera mengecek inbox/spam email Anda untuk konfirmasi. Terima kasih atas kunjungan Anda.

Daftarkan email Anda untuk berlangganan artikel gratis dari Kholilnews.com

DMCA.com



0 komentar :

Posting Komentar

 

Kholilnews.com ● Copyright © 2007 - All Rights Reserved