RSS

News Update:
Selamat datang di Kholilnews.com, semoga informasi yang ada disini dapat bermanfaat untuk Anda semua. Jika Anda mempunyai pertanyaan, kritik maupun saran untuk blog ini, silakan sampaikan melalui akun media sosial yang sudah tertera, terima kasih.

Cara Menegur Secara Islami

Sabtu, 10 September 2011

Sebenarnya tulisan ini sudah luuaaama sekali pengen saya tuangkan ke dalam lembaran kertas putih, eh akhirnya gak jadi. Lha mau gimana lagi, kalau dituangkan di kertas putih harus punya kertasnya, nyiapin pulpennya, ah ribet. Lagian kalau kondisi badan tidak fit, mau nulis pun juga males. Akhirnya setelah browsing kesana kemari lihat blognya teman-teman, jadi termotivasi lagi untuk memulai menghasilkan karya tulis, hehehe

Mulainya gimana ya? Oya sebelumnya maaf aja kalau bahasanya pake bahasa pergaulan sehari-hari, kayaknya akan lebih enak dibaca daripada memakai bahasa politisi, hehehe. Gini aja deh, sebenarnya judul ini saya ambil dari petikan ceramah seorang ustadz yang sedang mengisi kajian buka puasa bersama 1432 H beberapa waktu lalu di tempat kerjaku. Nama ustadznya saya lupa, kalau gak salah sih Ust. Nurudin, L.C, soalnya waktu itu saya gak bawa pulpen & buku untuk mencatatnya. Pemikiranku sih jangan melihat siapa yang menyampaikannya, tapi perhatikan apa yang disampaikannya.

Cara menegur secara Islami. Inilah yang saya jadikan judul untuk postingan kali ini. Kenapa? Coba kita kaji lagi ketika kita sedang sholat berjamaah. Disaat kita sedang sholat berjamaah, tiba-tiba Imam sholatnya melakukan kesalahan dalam bacaan ataupun gerakan. Nach sebagai makmum, apa yang akan kita lakukan? Apakah kita akan bilang kepada Imam itu dengan berkata “maaf pak, ini salah, itu salah”, jelas tidak mungkin kan? Yang harus kita lakukan ketika Imam salah adalah dengan mengucapkan “subhanallah”. Dengan demikian, pasti Imam itu akan mengerti bahwa ada yang salah. Kemudian dengan sadar dan tanpa ada yang marah, maka Imam itu akan segera menyesuaikan dan membetulkan yang salah di dalam bacaannya atapun di dalam gerakan sholatnya. Itulah inti dari tulisan ini.

Jadi, misalnya di kehidupan nyata kita menemukan teman atau pimpinan entah itu presiden, kepala desa, ketua RT dan lain sebagainya melakukan kesalahan, seharusnya jangan kita caci maki kesana kemari. Kritik boleh, tapi yang membangun. Jangan asal mengkritik tapi tidak bisa memberikan solusi terbaiknya. Cobalah gunakan dengan cara-cara yang santun seperti cara di dalam sholat itu, insyaAllah pasti negeri ini akan damai. Yang mengingatkan dengan cara yang santun, yang salah diingatkan juga tidak marah. Itulah indahnya Islam, cara menegur pun punya aturan sendiri.

Pernah ustadznya memberikan gurauan, seandainya ada makmum yang iseng membaca "subhanallah" saat Imam sedang mempimpin sholat, pasti Imam itu pun akan berhenti sejenak. Bingung kan apa yang salah dari bacaannya atau gerakannya? Itulah dahsyatnya cara menegur secara Islam, dampaknya bagus tapi tidak menyakitkan diantara kedua belah pihak.

Nach, di akhir tulisan saya ini, saya pun sebagai manusia biasa yang tak pernah lepas dari salah dan dosa, saya mohon kripik dan bakwannya untuk kemajuan isi di blog ini. Eh maksudnya kritik dan sarannya. Maaf yang inget makanan melulu, maklum habis lebaran jadi masih banyak cemilan, hehehe. Sampai disini dulu ya, mata ini sudah ngantuk banget. Sampai jumpa...

Camp 2000 Barak I.02
Bontang, Kalimantan Timur, Indonesia
22:56 WITA

Kholilnews.com "Menjelajah Dunia Membuka Cakrawala" | RSS

Artikel Cara Menegur Secara Islami ini diterbitkan oleh Kholilnews.com pada hari Sabtu, 10 September 2011. Jika Anda merasa postingan ini bermanfaat, silakan bagikan dengan menggunakan beberapa plugin yang ada dibawah. Apabila Anda ingin berlangganan artikel gratis dari Kholilnews.com, setelah input email harap segera mengecek inbox/spam email Anda untuk konfirmasi. Terima kasih atas kunjungan Anda.

Daftarkan email Anda untuk berlangganan artikel gratis dari Kholilnews.com

DMCA.com



0 komentar :

Posting Komentar

 

Kholilnews.com ● Copyright © 2007 - All Rights Reserved