RSS

News Update:
Selamat datang di Kholilnews.com, semoga informasi yang ada disini dapat bermanfaat untuk Anda semua. Jika Anda mempunyai pertanyaan, kritik maupun saran untuk blog ini, silakan sampaikan melalui akun media sosial yang sudah tertera, terima kasih.

Ekspedisi Nusakambangan 2012 (3)

Senin, 30 Januari 2012

Minggu pagi tanggal 23 Januari 2012 kami awali dengan sholat subuh berjamaah. Acara pernikahan sudah selesai. Para tamu juga sudah banyak yang pulang. Untuk mencairkan suasana pagi, kami ngobrol-ngobrol dengan rombongan di depan rumah mempelai wanita sambil ditemani secangkir kopi hangat. Pagi itu cuaca di Cipari, Cilacap sangat sejuk karena habis diguyur hujan semalam. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 07:00 WIB.

Kami sarapan pagi terlebih dahulu. Menjelang pukul delapan pagi, kami tim rombongan berpamitan dengan tuan rumah. Sambil menunggu ini dan itu, kami keluar rumah sekitar pukul 08:30 WIB. Tanpa mandi pagi, kami langsung melanjutkan perjalanan. Perjalanan ini awalnya kami rencanakan langsung menuju Kebumen untuk mampir dirumahnya sahabat Munirudin Tamzis yang ikut rombongan ini juga.

Namun setelah sampai di salah satu tugu di Cilacap yang ada jalur menuju Pantai Teluk Penyu, kami pun berhenti sejenak untuk mendiskusikan dengan rombongan untuk mampir di pantai tersebut atau tidak. Berdasarkan keputusan bersama akhirnya kami semua sepakat untuk mampir ke pantai Teluk Penyu. Dalam pikiran kami, “kapan lagi bisa mampir kesini kalau tidak ada acara penting seperti ini?” Sekitar tiga puluh menit kemudian kami tiba di pantai Teluk Penyu. Pemandangannya sangat indah.

Setelah berhenti di pinggir pantai, ada tawaran dari tukang perahu yang menawarkan untuk naik perahunya menuju Pulau Nusakambangan yang kelihatannya begitu dekat sekali dari pinggir pantai Teluk Penyu. Tukang perahunya membandrol harga lima belas ribu rupiah untuk satu orang. Tawar menawar yang kami lakukan tidak berhasil. Kami mencoba pergi dari lokasi tersebut dengan harapan tukang perahunya mau dengan tawaran kami untuk enam orang sebesar Rp. 40.000,-. Tukang perahunya malah pergi hingga tak kelihatan lagi batang hidungnya. Akhirnya kami berputar-putar lagi dengan menggunakan sepeda motor menyisiri pinggir pantai Tepuk Penyu.

Sampai di depan gerbang Benteng Pendem, kami mencoba berhenti sejenak dengan tim untuk mendiskusikan jadi atau tidak naik perahu menyeberang menuju Pulau Nusakambangan. Setelah berdiskusi secara panjang lebar, kami akhirnya memarkirkan motor di depan Benteng Pendem. Ada tawaran dari tukang perahu lain dengan harga Rp. 12.500,- per orang. Kami tawar dengan harga Rp 10.000,- per orang, dan tukang perahunya pun sepakat. Akhirnya kami berenam langsung menuju ke pinggir pantai. Canda-canda kecil pun kami lontarkan kepada tukang perahu. Jika sandal kami terkena air, kami minta dikasih asuransi dengan potongan harga 50%. Gelak tawa pun mewarnai suasana pagi itu, hahaha.

Akhirnya setelah sepuluh menit perjalanan, kami tiba di Pulau Nusakambangan. Pemandangan yang begitu indah. Kami secara bergantian berfoto bersama didepan tulisan selamat datang. Ada yang bergaya di atas batu karang, ada yang bergelantungan di atas pohon dan sebagainya. Suasana hari itu sangat menyenangkan. Beban stres pun terasa hilang begitu saja.

Puas berfoto bersama dipinggir pantai Pulau Nusakambangan, kami pun mencoba masuk untuk melihat bangunan sejarah peninggalan jaman Belanda. Setelah membayar retribusi, kami pun akhirnya diijinkan masuk. Perjalanan dari pinggir pantai sampai di bangunan bersejarah tersebut sekitar 775 m. Jalannya naik turun hingga kami merasa putus asa untuk kembali lagi. Namun rasa penasaran kami sangat tinggi, seberat apapun kami mencoba untuk melewatinya. Setelah sekitar tiga puluh menit perjalanan, kami pun tiba disebuah bangunan yang dimaksud tersebut.

Sebuah penjara peninggalan jaman Belanda yang usianya sudah ratusan tahun. Namun kondisinya kurang begitu terawat. Kami mencoba masuk ke sebuah penjara dibawah tanah, namun kondisinya sangat gelap sekali. Kami hanya sampai berhenti didepan pintu saja. Untuk mengabadikan momen ini, kami pun tidak lupa untuk berfoto-foto.

Setelah puas melihat bangunan bersejarah, kami turun ke pantai. Dan subhanallah, pemandangannya sangat indah sekali dengan hamparan pasir putihnya. Para wisatawan pun banyak yang menghabiskan waktu disitu dengan duduk-duduk bersama sambil menggelar tikar. Kami yang tak membawa bekal apapun, hanya bisa nongkrong dipinggir pantai sambil berfoto bersama.

Waktu sudah siang, sekitar pukul 12:00 WIB kami mencoba untuk pulang. Kembali lagi melintasi jalan awal dengan ditemani jalan yang naik turun hingga membuat perjalanan kami terasa begitu melelahkan. Ditengah jalan kami menelepon tukang perahunya untuk menjemput. Sampai dipinggir pantai tukang perahunya tak kunjung datang. Kami pun akhirnya menunggu dipinggir pantai ditemani hembusan angin sepoi-sepoi. Sekitar lima belas menit kemudian tukang perahunya akhirnya tiba. Ditengah perjalanan tersebut, kami pun tak lupa untuk mengabadikan momen ini untuk mengambil fotonya.

Sepuluh menit kemudian kami kembali tiba dipantai Teluk Penyu Cilacap. Kami pun membayar sewa perahu tersebut Rp. 60.000,- untuk enam orang. Untuk kembali ke parkiran motor, kami melewati gerbang Benteng Pendem. Seperti biasanya, kami pun berfoto-foto.

Setelah membayar parkir motor, kami keluar dari gerbang masu Pantai Teluk Penyu untuk mencari masjid. Setelah berputar-putar dengan bantuan GPS, kami menemukan sebuah masjid. Kami mencuci kaki, mencuci muka dengan basuhan air yang sangat segar sekali. Kami pun sholat dzuhur di masjid tersebut.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 13:30 WIB. Perut juga perlu disini. Setelah keluar dari masjid, kami mencoba mencari warung makan. Sahabat kami Hasyim Asyari melihat sebuah rumah makan yang ada pemancingannya. Kami akhirnya memutuskan untuk makan siang disitu dengan memilih menu gurami bakar. Karena waktu tunggunya yang begitu lama, kami coba keluarkan laptop untuk online sebentar sambil mengupload foto-foto dari Nusakambangan di facebook, hehehe.

Akhirnya yang ditunggu-tunggu telah tiba. Menu makan siang dengan gurami bakar dan minumnya es teh. Sangat nikmat sekali. Waktu itu sudah menunjukkan pukul 15:30 WIB. Kami sholat asyar di mushola rumah makan tersebut sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kebumen. Selesai sholat, dua orang tim kami yang berasal dari Banjarnegara berusaha untuk berangkat terlebih dahulu karena tujuan akhir kami berbeda. Setelah mengucapkan pamit, sahabat Yayah Fikyadi dan Unwanullah Ahmad berangkat.

Kami yang tinggal berempat berusaha memacu kendaraan kami menuju Kebumen. Ditengah perjalanan, hujan pun menyambut kami. Mau tidak mau harus berhenti sejenak untuk mengenakan jas hujan. Sahabat Munir yang tidak membawa jas hujan akhirnya basah kuyup. Setelah perjalanan sekitar satu setengah jam, akhirnya kami tiba di Kebumen. Dan kami pun bermalam di desa Panjangsari, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen untuk yang pertama kalinya. Keesokan harinya kami kemudian melanjutkan untuk kembali ke Semarang dan pulang ke rumah masing-masing.

Tidak semua foto kami tampilkan, hanya sebagian kecil saja.


Mejeng dulu di pinggir pantai sebelum naik perahu.

Diatas perahu menuju Pulau Nusakambangan


Bergelantungan seperti monyet, wkwkwkwkwkwk

Aum megang HP terus, sibuk update status, hahaha


Ngos-ngosan jalannya nanjak terus, hehehe


Di depan penjara sambil ngiklan minuman, hehehe


Pantai Pasir Putih, Nusakambangan

Berhubung nggak punya tikar, jadi jongkok aja dech, hehehe



Pulau Nusakambangan

Mejeng di depan Benteng Pendem, Cilacap

Kolam pemancingan dibelakang tempat duduk kami

Menunggu makan siang, ngobrol-ngobrol dulu

Makan Siang

Kholilnews.com "Menjelajah Dunia Membuka Cakrawala" | RSS

Artikel Ekspedisi Nusakambangan 2012 (3) ini diterbitkan oleh Kholilnews.com pada hari Senin, 30 Januari 2012. Jika Anda merasa postingan ini bermanfaat, silakan bagikan dengan menggunakan beberapa plugin yang ada dibawah. Apabila Anda ingin berlangganan artikel gratis dari Kholilnews.com, setelah input email harap segera mengecek inbox/spam email Anda untuk konfirmasi. Terima kasih atas kunjungan Anda.

Daftarkan email Anda untuk berlangganan artikel gratis dari Kholilnews.com

DMCA.com



0 komentar :

Posting Komentar

 

Kholilnews.com ● Copyright © 2007 - All Rights Reserved