RSS

News Update:
Selamat datang di Kholilnews.com, semoga informasi yang ada disini dapat bermanfaat untuk Anda semua. Jika Anda mempunyai pertanyaan, kritik maupun saran untuk blog ini, silakan sampaikan melalui akun media sosial yang sudah tertera, terima kasih.

Teguran Allah Lewat Tilang Polisi

Sabtu, 28 April 2012

Sabtu pagi, 28 April 2012 sekitar jam 08:15 WIB ketika saya mau kembali ke kos, ditengah jalan terkena tilang polisi. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Ahmad Yani, Semarang atau tepatnya berada di perempatan Bangkong, persimpangan antara Jalan Ahmad Yani dan Jalan MT Haryono. Dan ini merupakan tilang pertama semenjak saya memperbarui masa berlaku SIM saya pada tahun 2009 yang lalu.

Di daerah tersebut memang untuk setiap paginya yang dari arah timur dibuat satu arah untuk mengatasi kepadatan kendaraan yang saat ini sudah melanda kota Semarang. Waktu itu saya dari arah barat. Pas tepat di lampu merah perempatan tersebut saya baru ingat kalau jalannya dibuat satu arah dan ada rambu untuk berbelok. Sebenarnya waktu itu saya akan berhenti tepat saat lampu merah menyala, karena melihat rambu belok kiri jalan terus tersebut akhirnya saya berbelok kiri. Eh, setelah belok malah diberhentikan polisi.

Dengan basa basi polisi tersebut melontarkan beberapa pertanyaan kepada saya. Namun sayangnya saya nggak sempat melihat nama polisi tersebut. Dengan seolah sudah mengenal, polisi tersebut menebak salah satu nama yang dikira itu adalah saya, namun tebakan itu salah. Ditanya anak pondokan juga, padahal saya bukan anak pondok. Mungkin karena melihat jenggot saya kali ya, dikira anak pondok. Atau jangan-jangan curiga dikira saya teroris, soalnya selama ini yang menjadi aktor teroris kan berjenggot, hahahaha.

Setelah itu kemudian polisi tersebut menanyakan surat-surat kendaraan. Saya coba menahannya dengan menanyakan apa kesalahan saya. Setelah surat STNK dan SIMnya saya serahkan, eh malah dibawa ke pos polisi dan diserahkan ke polisi yang lain untuk dikasih surat tilang. Kemudian saya kembali menegaskan pertanyaan saya, apa salah saya? Kemudian polisi tersebut akhirnya memberi tahu bahwa saya tadi menginjak garis marka. Hemmm, pantesan pas belok langsung di stop.

Dan akhirnya sesuai dengan prosedur resmi, saya harus mengikuti sidang tilang besok pada tanggal 11 Mei 2012 di Pengadilan Semarang. Sebenarnya tanggal yang ditulis polisi tersebut tanggal 25 Mei 2012, karena saya merasa terlalu lama menunggunya, saya minta yang lebih cepat. Ternyata tanggal 11 Mei ada sidang juga, namun harus antri karena sudah ribuan pelanggar lalu lintas juga akan segera di proses.

Dari kejadian diatas, saya segera mengambil hikmahnya. Kesalahan apa yang saya perbuat sebelum kejadian tersebut. Kemudian saya “flashback” kembali mengingat dosa apa yang saya lakukan. Dan ceritanya sebagai berikut.

Pada Jumat malamnya itu saya menumpang internet gratis (hotspot) di tempat teman saya di daerah RS. Karyadi, Semarang. Kalau untuk urusan internet ini, memang saya bisa lupa diri. Seharian gak makan pun kuat kalau menatap layar laptop sambil online. Urusan tidur pun ditunda-tunda. Padahal kesehatan itu sangat mahal harganya. Malam itu saya main internet sampai jam 02:30 WIB pagi kemudian baru bisa tidur. Sebelumnya alarm HP juga sudah saya aktifkan untuk bisa bangun pas sholat subuh.

Karena tidurnya telat, maka bangun pagi pun juga telat. Alarm sudah bunyi namun saya belum bisa bangun. Dan akhirnya bisa sholat subuh jam 05:54 WIB. Sudah jelas sangat telat sekali. Inilah salah satu dosa saya. Kemudian sehabis sholat subuh, karena mata masih ngantuk saya kembali tidur lagi. Menurut orang Jawa dahulu, kalau orang tidur sehabis sholat subuh rejekinya bisa dipatok ayam. Walaupun bukan ayam beneran, ini hanya sebuah kiasan. Dan itu memang benar terjadi.

Nach ini gara-gara ditilang polisi, pastinya nanti saat sidang saya harus mengeluarkan sejumlah uang untuk membayar denda. Mungkin inilah makna dari kiasan tersebut. Rejeki yang seharusnya bisa digunakan untuk kebutuhan yang lain harus dikeluarkan untuk membayar denda. Atau mungkin amal shodaqoh saya kurang, itu juga bisa jadi. Jadi jangan sepelekan nasihat orang-orang dahulu. Dan ini juga mungkin teguran dari Allah melalui perantara polisi lalu lintas.

Beberapa waktu yang lalu saya juga mengalami kecelakaan di Jalan Majapahit Semarang. Ketika hujan tiba, saya nekat untuk berangkat ke kampus. Namun ditengah jalan, jas hujan saya yang modelnya seperti bajunya batman masuk ke roda belakang motor dan akhirnya saya jatuh. Namun lukanya tidak parah, hanya lecet di bagian lutut dan tangan. Inilah menurut saya mungkin teguran dari Allah SWT. Berkali-kali saya membuat dosa namun tidak segera sadar, maka Allah memberikan beberapa peringatan supaya bisa segera untuk berinstrospeksi diri. Dengan beberapa kejadian diatas, semoga saya tidak mengulangi lagi. :)

Kholilnews.com "Menjelajah Dunia Membuka Cakrawala" | RSS

Artikel Teguran Allah Lewat Tilang Polisi ini diterbitkan oleh Kholilnews.com pada hari Sabtu, 28 April 2012. Jika Anda merasa postingan ini bermanfaat, silakan bagikan dengan menggunakan beberapa plugin yang ada dibawah. Apabila Anda ingin berlangganan artikel gratis dari Kholilnews.com, setelah input email harap segera mengecek inbox/spam email Anda untuk konfirmasi. Terima kasih atas kunjungan Anda.

Daftarkan email Anda untuk berlangganan artikel gratis dari Kholilnews.com

DMCA.com



0 komentar :

Posting Komentar

 

Kholilnews.com ● Copyright © 2007 - All Rights Reserved