RSS

News Update:
Selamat datang di Kholilnews.com, semoga informasi yang ada disini dapat bermanfaat untuk Anda semua. Jika Anda mempunyai pertanyaan, kritik maupun saran untuk blog ini, silakan sampaikan melalui akun media sosial yang sudah tertera, terima kasih.

Selamat Tinggal Ramadan, Selamat Datang Angkara Nafsu

Sabtu, 18 Agustus 2012

Ramadan sebentar lagi berlalu, para setanpun sudah bersiap-siap untuk keluar dari belenggu. Mereka akan kembali menggoda manusia. Manakah diantara kita yang imannya kuat, maka setan pun tak akan mampu menggodanya. Sementara iman kita yang tipis, akan menjadi sasaran empuk bagi para setan yang telah haus menggoda manusia karena selama satu bulan penuh di kurung dalam penjara.

Menurut saya, bulan Syawal bukan untuk bersenang-senang karena kita telah bebas dari puasa wajib, namun menjadi bulan untuk introspeksi diri. Selama sebulan penuh kita dituntut untuk menjaga hawa nafsu, apakah bisa kembali diaplikasikan di bulan Syawal ini dan sepuluh bulan lainnya? Bagaimana pula dengan para koruptor yang ada di negeri kita tercinta Indonesia ini yang ngakunya muslim, apakah setelah Ramadan ini mendapatkan hidayah?

Untuk melengkapi ibadah kita, ada baiknya kita disunahkan untuk menjalankan ibadah puasa selama enam hari di bulan Syawal. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Ayyub r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa berpuasa Ramadan dan meneruskannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, berarti dia telah berpuasa satu tahun." (HR. Imam Muslim dan Abu Dawud). Dan masih hadits yang sama dengan perawi lain. (HR. Ibn Majah).

Dalam hadits tersebut diterangkan, bahwa pahala orang yang berpuasa Ramadan dan enam hari di bulan Syawal sama pahala dengan puasa setahun. Karena satu pahala kebaikan nilainya sama dengan sepuluh kali kebaikan (QS. Al-An' am:160). Jika satu kebaikan dihitung sepuluh pahala, berarti puasa Ramadan selama satu bulan dihitung sepuluh bulan. Dan puasa enam hari di bulan Syawal dihitung dua bulan. Jadi total jumlahnya adalah satu tahun.

Sebagian ulama memperbolehkan tidak harus berturut-turut enam hari, namun pahalanya sama dengan yang melaksanakannya secara langsung setelah Hari Raya. Puasa Syawal juga boleh dilakukan di pertengahan atau di akhir bulan Syawal.

Hikmah disyari'atkannya puasa enam hari di bulan Syawal adalah sebagai pengganti puasa Ramadan yang dikhawatirkan ada yang tidak sah. Demikian juga untuk menjaga agar perut kita tidak lepas kontrol setelah sebulan penuh melaksanakan puasa, kemudian diberi kesempatan luas untuk makan dan minum. Lebih dari itu, puasa Syawal adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan oleh ajaran agama kita.

Jadi, kalau Anda ada niatan untuk korupsi, berpuasalah...

Kholilnews.com "Menjelajah Dunia Membuka Cakrawala" | RSS

Artikel Selamat Tinggal Ramadan, Selamat Datang Angkara Nafsu ini diterbitkan oleh Kholilnews.com pada hari Sabtu, 18 Agustus 2012. Jika Anda merasa postingan ini bermanfaat, silakan bagikan dengan menggunakan beberapa plugin yang ada dibawah. Apabila Anda ingin berlangganan artikel gratis dari Kholilnews.com, setelah input email harap segera mengecek inbox/spam email Anda untuk konfirmasi. Terima kasih atas kunjungan Anda.

Daftarkan email Anda untuk berlangganan artikel gratis dari Kholilnews.com

DMCA.com



0 komentar :

Posting Komentar

 

Kholilnews.com ● Copyright © 2007 - All Rights Reserved