RSS

News Update:
Selamat datang di Kholilnews.com, semoga informasi yang ada disini dapat bermanfaat untuk Anda semua. Jika Anda mempunyai pertanyaan, kritik maupun saran untuk blog ini, silakan sampaikan melalui akun media sosial yang sudah tertera, terima kasih.

Titip Rindu dari Balikpapan

Sabtu, 21 Juni 2014

Suara adzan subuh telah berkumandang, alarm di hp juga sudah berbunyi, namun mau beranjak dari tempat tidur masih terasa berat. Kebiasaan di malam hari kalau tidur pasti rata-rata di atas jam sebelas malam. Maklum, di perantauan kalau malam hari yang sepi bawaannya galau terus, rindu dengan tanah tumpah darahku dimana aku dilahirkan, yaitu di kampung halaman walaupun baru tiga bulan yang lalu aku tinggalkan. Dengan kondisi mata yang masih ngantuk, aku berusaha untuk bangun mengambil air wudlu. Dan byar, seketika itu mata menjadi terang ketika air wudlu telah membasahi seluruh wajah.

Selesai sholat subuh aku nyalakan televisi, melihat berita tanah air tentang pemilu presiden yang sebentar lagi akan diselenggarakan. Ketika itu jam baru menunjukkan pukul setengah enam pagi. Kalau di Balikpapan jam segini kondisi normal langit masih gelap, apalagi pagi itu ditambah hujan cukup deras, jadi semakin menambah hawa sejuk. Suara rintik hujan ikut meramaikan pagi itu yang menetes di dedauan samping rumah. Berhubung nonton tvnya sambil tiduran, akhirnya mata pun ikut kembali terpejam.

Tak terasa langit sudah mulai terang, rintik hujan sudah mulai reda, layar tv masih menyala dengan tayangan berita, jam sudah menunjukkan setengah tujuh. Sambil menunggu teman yang lagi mandi, kembali aku pencet-pencet tombol remot untuk melihat informasi lainnya.

Di tengah rintik hujan pagi itu, aku terobos dengan membonceng pak tua yang sekamar denganku menggunakan motor bututnya menuju kantor. Sekitar lima menit sudah sampai. Kalau jalan kaki biasanya sekitar sepuluh menit. Cukup dekat lokasi mess dengan kantor.

Hari ini sudah nggak ada yang dikerjakan. Cukup bosan kalau seharian nggak ada pekerjaan di kantor cuma nongkrong begitu saja. Seharian isinya cuma online, buka facebook, dan baca-baca berita di media online. Ditengah-tengah situasi yang nggak menentu inilah, aku kembali mencoba mengasah kemampuan untuk menulis. Cukup susah apabila sudah lama tidak menulis. Apalagi kalau tidak ada ide sama sekali, jangankan satu paragraf, satu kalimat saja tidak bisa. Entah pagi ini ada apa, tiba-tiba lancar begitu saja untuk menuangkan segala unek-unek ke dalam microsoft word.

Inilah aku, yang kembali merantau untuk kedua kalinya ke tanah Borneo, tepatnya di Kota Balikpapan. Sebelumnya pada tahun 2011 sampai awal tahun 2012 yang lalu juga bekerja di pulau Kalimantan ini, tepatnya di Bontang, Kalimantan Timur. Berhubung waktu itu ingin melanjutkan kuliah S1, akhirnya aku putuskan untuk resign dari tempat kerja. Selesai kuliah S1 sebenarnya ingin bekerja di pulau Jawa saja, namun harus bagaimana lagi, mungkin rejekiku ada di pulau ini, akhirnya aku berusaha dengan ikhlas untuk menjemputnya.

Jauh dari keluarga, jauh dari teman kadang aku merasa jenuh juga. Padahal kalau di rumah aku terkenal anak yang pendiam, mungkin faktor keturunan dari bapakku. Tapi kalau sudah bertemu dengan teman lain desa bisa akrab sekali, ngobrol ngalor ngidul sampai lama pun tidak terasa. Begitu juga ketika berada di dunia maya, lebih sering ikut komentar di berbagai group facebook ataupun di status orang lain. Ditengah-tengah suasana seperti ini hanya facebook dan twitter yang menjadi hiburan. Tapi beberapa hari ini ada yang sepi karena salah satu teman di facebook menghilang entah kemana, akun facebooknya dinonaktifkan, semoga saja tidak terjadi apa-apa.

Inilah secuil rindu yang bisa aku tuliskan dari tanah rantau. Semoga suatu saat nanti keinginanku untuk menetap di Jawa bisa terwujud. Kalau diberi pilihan, inginnya di Tembalang, Semarang saja. Disana sangat ramai, apalagi wilayah kampus. Kalau tidak salah ada lima perguruan tinggi yang berada di wilayah Tembalang dan Banyumanik. Suhu udaranya juga tidak terlalu panas maupun dingin. Kalau aku kaya raya, ingin beli tanah atau rumah untuk dibuat kos-kosan, dijamin usaha ini nggak ada matinya dan bisa turun temurun. Nggak usah kerja setiap bulan pasti ada pemasukan.  

Aku teringat salah satu pesan kakak kelasku waktu kuliah di Polines yang menjadi motivator, "jika kamu mempunyai cita-cita, tulislah yang besar-besar agar kamu teringat selalu dan berusaha untuk mewujudkannya".

Balikpapan, 20-21 Juni 2014.

Kholilnews.com "Menjelajah Dunia Membuka Cakrawala" | RSS

Artikel Titip Rindu dari Balikpapan ini diterbitkan oleh Kholilnews.com pada hari Sabtu, 21 Juni 2014. Jika Anda merasa postingan ini bermanfaat, silakan bagikan dengan menggunakan beberapa plugin yang ada dibawah. Apabila Anda ingin berlangganan artikel gratis dari Kholilnews.com, setelah input email harap segera mengecek inbox/spam email Anda untuk konfirmasi. Terima kasih atas kunjungan Anda.

Daftarkan email Anda untuk berlangganan artikel gratis dari Kholilnews.com

DMCA.com



0 komentar :

Posting Komentar

 

Kholilnews.com ● Copyright © 2007 - All Rights Reserved