RSS

News Update:
Selamat datang di Kholilnews.com, semoga informasi yang ada disini dapat bermanfaat untuk Anda semua. Jika Anda mempunyai pertanyaan, kritik maupun saran untuk blog ini, silakan sampaikan melalui akun media sosial yang sudah tertera, terima kasih.

Sembilan Tahun Yang Lalu di Lebak, Banten

Sabtu, 17 Maret 2018

Nggak terasa seiring berjalannya waktu, ternyata sudah sembilan tahun berlalu dari tahun 2009, peristiwa seru dan menegangkan pernah terjadi di awal tahun tersebut. Cerita ini adalah lanjutan tulisan yang pernah saya posting disini. Jika kamu belum membaca posting yang lalu, mending baca dulu dech, biar nggak bingung mengikuti alur cerita ini, hehehe.

Mulai cerita peristiwanya di Grogol, Jakarta Barat saja dech, itu lho yang tempatnya dibawah jalan layang. Rame banget dech disitu, kalau kamu belum pernah kesana, coba sekali-kali main ke sana, mbolang gitu, dijamin kayak gelandangan.  

Ketika hendak menuju Lebak, Banten, tepatnya tanggal 28 Februari 2009, kita berdua bersama Hasyim Asyari, bingung mencari bus kota yang menuju arah Lebak. Tanya polisi yang jaga disana juga nggak tahu, mungkin itu polisi baru ditugaskan disana, jadi nggak paham.

Hampir satu jam dibawah jalan layang Grogol, Jakarta Barat, mondar mandir mencari bus kota nggak ada yang menuju arah Lebak, Banten. Disaat itulah pertolongan Allah datang. Tiba-tiba, teman kuliah saya yang dulunya sekelas dengan Hasyim Asyari lewat jalan tersebut sambil mengendarai sepeda motor. Kita nggak melihat dia, cuma dia yang sepintas melihat kita berdua. Untuk memastikan bahwa yang dilihat adalah benar kita berdua, kemudian teman saya itu berhenti, lalu menelpon saya.

Dan akhirnya kita berdua bertemu dibawah jembatan penyeberangan, sekitar seratus meter dari tempat saya mondar mandir. Teman saya itu namanya Basuki, anak Purworejo yang sudah lebih duluan merantau di Jakarta sehabis di wisuda pada bulan Oktober 2008. Jadinya, dia sudah paham daerah tersebut. Sekitar lima belas menit kita ngobrol-ngobrol, kemudian dia memberitahukan arah menuju ke Lebak dan bus apa yang harus saya naiki dan kita pun berpisah.

Dan saat menuju ke terminal Kalideres, terjadilah peristiwa yang menegangkan. Bus yang kita naiki masuk ke jalur busway sambil ngebut ditengah macetnya kota Jakarta. Sopir bus di Jakarta memang banyak yang ugal-ugalan. Saat hendak keluar dari jalur busway, separator yang tinggi pun diterjang. Dan akhirnya bus tersebut menyerempet mobil box yang ada disamping. Ketegangan pun terjadi. Karena bus yang kita naiki mencoba kabur, mobil box pun nggak mau kalah, dikejarlah bus ini. Disaat kejar-kejaran tersebut, ada mobil polisi yang lagi patroli. Ketegangan agak menurun karena saat melewati mobil polisi, kecepatannya dikurangi. Sehabis itu kembali kejar-kejaran, seru banget dech, kayak di film-film gitu.  

Akhirnya sopir bus menyerah, perang mulut pun terjadi dipinggir jalan raya. Penumpang yang ada di bus ini ada empat orang, termasuk kita berdua akhirnya ditelantarkan. Sebenarnya kita berdua dirugikan bus tersebut, karena kita sudah bayar sesuai tarif namun turun ditempat yang tidak semestinya. Ya sudahlah tidak masalah. Demi keamanan, kemudian kita berdua mencoba cari bus lagi untuk melanjutkan perjalanan menuju terminal Kalideres.

Singkat cerita, kalau nggak disingkat masih puanjang sekali ceritanya, soalnya saat di bus yang kedua sehabis ketegangan tersebut juga ada peristiwa unik lagi. Kemudian tiba di Banten juga terlambat gara-gara peristiwa tersebut dan mondar mandir di Grogol. Lho, kok malah diuraikan lagi, berarti nggak jadi singkat ini ceritanya? Akhirnya kita berdua menginjakkan kaki untuk yang pertama kalinya di Propinsi Banten.

Selamat datang di Propinsi Banten, itulah sambutan pertama kali yang saya baca baliho. Dari terminal Rangkasbitung (kalau nggak salah, agak lupa nama terminalnya), kita berdua menuju lokasi di LPMP Lebak, Banten. Bayar ojeknya kalau nggak salah waktu itu Rp. 25.000,-. Dan akhirnya kita berdua lega setelah menemukan lokasi yang akan kita tempati untuk pelatihan selama 17 hari sampai 17 Maret 2009.

Meskipun lokasinya LPMP ini berada di lingkungan kebun kelapa sawit dan agak jauh dari pusat kota, namun nggak perlu khawatir untuk urusan makan. Karena setiap hari kita full dapat makan gratis selama pelatihan.  

Dibawah ini adalah foto-foto kegiatan kita selama di Lebak, Banten.

Suasana belajar di dalam kelas.


Suasana belajar di luar kelas.

Sebelum pelatihan, pagi hari teman-teman berolahraga terlebih dahulu.


Foto bersama di hari terakhir pelatihan.

Kholilnews.com "Menjelajah Dunia Membuka Cakrawala" | RSS

Artikel Sembilan Tahun Yang Lalu di Lebak, Banten ini diterbitkan oleh Kholilnews.com pada hari Sabtu, 17 Maret 2018. Jika Anda merasa postingan ini bermanfaat, silakan bagikan dengan menggunakan beberapa plugin yang ada dibawah. Apabila Anda ingin berlangganan artikel gratis dari Kholilnews.com, setelah input email harap segera mengecek inbox/spam email Anda untuk konfirmasi. Terima kasih atas kunjungan Anda.

Daftarkan email Anda untuk berlangganan artikel gratis dari Kholilnews.com

DMCA.com



0 komentar :

Posting Komentar

 

Kholilnews.com ● Copyright © 2007 - All Rights Reserved